Cara Memulai Usaha Pertanian Organik 2019

Cara Memulai Usaha Pertanian Organik 2019 - Ada banyak hal-hal dasar pemikiran yang memotivasi diri seorang petani mempraktekkan pertanian secara organik. Praktek yang paling ekstrim ataupun sangat meminimalkan intervensi manusia. Petani hanya bertugas sebagai penebar benih dan pemetik hasil saja. Namun juga ada yang sangat longgar masih mentoleransi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis tertentu apabila diperlukan. Berdasarkan penulusuran tim Laptop Tani terhadap praktek-praktek pertanian organik, setidaknya terdapat kaidah-kaidah utama yang harus harus dipatuhi. Berikut ulasannya:


#Penyiapan Lahan

Lahan untuk membuat pertanian organik harus bebas dari residu pupuk dan obat-obatan seperti kimia sintetis. Proses konversi lahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik biasanya membutuhkan waktu setidaknya 1-4 tahun. Selama masa itu produk pertanian yang dihasilkan belum bisa dikatakan organik dikarenakan biasanya masih mengandung residu kimia.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan yaitu lingkungan disekitar lahan. Selain unsur zat pencemar pemakaian obat-obatan dari kebun tetangga bisa menyebabkan hama dan penyakit lari ke lahan pertanian organik. Akibatnya hama akan mencari lahan yang bebas racun dan sialnya kebun organik akan menjadi sasaran. Untuk menyiasati hal itu bisa menggunakan tanaman pagar. Beberapa jenis tanaman pagar memiliki fungsi sebagai penyerap bahan kimia, dan pengusir hama.

#Kondisi Pengairan

Kondisi pengairan menjadi salah satu penentu juga dalam pertanian organik. Akan menjadi sia-sia saja apabila kamu menerapkan pertanian organik sementara air yang mengaliri lahan kamu banyak mengandung bahan kimia. Akibatnya lahan kamu beresiko tercemar zat tersebut. Pada akhirnya produk pertanian organik kamu tidak steril dari zat kimia.

Untuk mengakali hal ini, pilih lahan yang mempunyai pengairan langsung dari mata air terdekat. Kalau sulit kita bisa mengambil air dari saluran irigasi yang agak besar. Selain itu kita bisa juga membuat unit pemurnian air sendiri. Air dari saluran irigasi akan ditampung dalam sebuah kolam yang telah direkayasa. Lalu air keluaran kolam dipakai untuk mengairi kebun organik.

#Penyiapan Benih Tanaman

Benih yang digunakan dalam pertanian organik harus berasal dari benih organik. Apabila benih organik sulit didapatkan, untuk tahap awal bisa dibuat dengan memperbanyak benih sendiri. Perbanyakan bisa diambil dari benih konvensional.

Caranya dengan membersihkan benih-benih tersebut dari residu pestisida. Untuk menjadikannya organik, tanam benih tersebut lalu seleksi hasil panen untuk dijadikan benih kembali. Gunakan kaidah-kaidah pemuliaan dan penangkaran benih pada umumnya.

#Pupuk dan Penyubur Tanah

Pertanian organik juga bisa menggunakan penyubur tanah atau disebut juga pupuk hayati. Penyubur tanah ini merupakan isolat bakteri-bakteri yang bisa memperbaiki kesuburan tanah. Saat ini pupuk hayati banyak dijual dipasaran seperti EM4, Biokulktur, dll. Pupuk hayati juga bisa dibuat sendiri dengan mengisolasi mikroba dari bahan-bahan organik.

#Pengendalihan Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dalam pertanian organik sebaiknya menerapkan konsep pengendalian hama terpadu. Hal-hal yang terlarang adalah menggunakan obat-obatan seperti pestisida, fungisida, herbisida dan sejenisnya untuk membasmi hama.

Pengendalian organisme penganggu tanaman bisa memanfaatkan berikut ini:

  1. Pemilihan varietas yang cocok
  2. Rotasi tanaman
  3. Menerapkan kultur teknis yang baik, seperti pengolah tanah, pemupukan, sanitasi lahan, dll.
  4. Memanfaatkan musuh alami atau predator hama

Menerapkan eksosistem pertanian yang beragam, tidak monokultur
Apabila terpaksa, misalnya terjadi ledakan hama atau penyakit, bisa digunakan juga pemberantasan hama dengan pestisida alami atau pestisida organik. Silahkan baca mengenai pestisida organik.

#Penanganan Pasca Panen

Proses pencucian atau pembersihan produk hendaknya menggunakan air yang memenuhi standar baku mutu organik. Hindari air yang sudah tercemar zat-zat kimia sintetsis. Gunakan juga peralatan yang tidak terkontaminasi zat-zat kimia. Dalam penyimpanan dan pengangkutan produk organik sebaiknya tidak dicampur dengan produk non organik. Untuk memberikan nilai tambah, sebaiknya kemas produk-produk organik dengan bahan yang ramah lingkungan dan bisa di daur ulang.

#Sertifikasi Pertanian Organik

Untuk kepentingan pemasaran dan meningkatkan kepercayaan konsumen, ada baiknya produk organik disertifikasi. Dewasa ini banyak lembaga yang bisa memberikan sertifikasi organik. Mulai dari yang berbayar hingga gratis. Kedepannya, Permentan Sistem Pertanian Organik akan mengatur lembaga-lembaga sertifikasi organik.

Tujuannya untuk memudahkan kontrol dan melindungi konsumen pangan organik. Sebagai petani produsen, kita harus pandai-pandai dalam memilih sertifikasi organik. Kita harus bijak dalam mengeluarkan biaya sertifikasi. Jangan sampai biaya sertifikasi menjadi beban. Selain sertifikasi, bisa dikembangkan alternatif lain untuk meyakinkan konsumen dengan kampanye.

Misalnya gerakan untuk membeli pangan lokal, semakin lokal semakin baik. Jalinlah komunikasi dengan konsumen secara langsung. Undanglah sesekali konsumen untuk melihat kebun produksi. Know your farm is know your food!

#Pemasaran Pertanian Organik

Pola pemasaran produk pertanian organik bisa menggunakan pola lama ataupun pola-pola baru. Hasil pertanian organik masih bisa bersaing dipasar konvensional, karena meski biaya operasionalnya lebih besar tapi inpu-input produksinya lebih murah. Namun apabila ingin mendapatkan insentif harga sebaiknya dijual ke pasar moderen atau penjualan langsung.

A. Pasar Tradisional
Pasar ini merupakan pasar pertanian tertua. Untuk memasok pasar jenis ini biasanya melalui rantai para pedagang pengepul dan tengkulak yang ada sampai hingga ke pelosok desa. Kelebihan sistem ini adalah mudah. Petani tidak harus jemput bola tinggal nunggu di lahan, bahkan biasanya proses panen pun dilakukan pedagang pengepul.

B. Pasar Moderen
Ada dua pola untuk memasuki pasar moderen, yaitu dengan memasoknya langsung dan melalui perusahaan pemasok. Untuk memasok langsung, produsen harus memiliki modal dan relasi yang cukup. Karena biasanya barang yang masuk tidak dibayar secara langsung. Hal ini bisa disiasati dengan membentuk koperasi petani organik. Sebagian petani organik, ada juga yang menjual hasil panennya ke perusahaan pemasok pasar moderen.

C. Penjualan Langsung
Alternatif dari sistem-sistem pemasaran diatas adalah dengan melakukan penjualan langsung. Petani memasarkan hasil panen secara langsung ke konsumen. Biasanya dalam bentuk paket-paket yang disesuaikan dengan hasil panen.

Paket dikirimkan langsung ke konsumen yang berlangganan. Jenis dan maca sayuran disesuaikan antara kebutuhan konsumen dan musim tanam. Untuk menjalankan sistem seperti ini, petani wajib menerapkan sistem multiklutur agar produk yang dihasilkan tidak monoton. Kalau sulit dipenuhi sendiri, petani produsen bisa membentuk kelompok.

Powered by Blogger